Perencanaan Perwajahan

Proses perencanaan perwajahan mutlak diperlukan. Tanpa perencanaan, media cetak tidak akan memilik daya pikat. Oleh karena itu, sebelum memulai suatu proyek rancang desain perwajahan, tanyakan pada diri anda pertanyaan berikut :

  • Siapa khalayak yang dikehendaki ?
  • Apa pesan utama yang coba Anda komunikasikan ?
  • Dalam format apa pembaca melihat pesan anda : Koran, tablaoit, majalah,  dan sebagainya
  • Jenis pesan apakah yang dipunyai pembaca dari sumber lain atau pesaing anda
  • Bagaimana hubungan publikasi ini dengan publiaksi anda yang lain?

Makin ketat defenisi tujuan proyek Anda, maka makin kuat desain perwajahan yang anda hasilkan.

Tanpa pengertian tentang tuntutan dan keinginan masyarakat, desain perwajahan media cetak dalam proses komunikasi tidak dapat dinilai dengan tepat dan layak apabila pengaruh yang timbul, tidak sejalan antara tujuan sebuah media dengan keinginan masyarakat baik secara idealis maupun bisnis.
Secara idealis, perwajahan media massa berkeinginan memenuhi kebutuhan pembaca dalam penerimaan beragam pesan hiburan, informasi, dan pendidikan. Di sisi lain, menarik masyarakat agar setia menggunakan medianya adalah suatu tindakan bisnis yang menguntungkan. Dengan demikian, desain perwajahan bukan hanya semata suksesnya penyampaian pesan, tapi lebih jauh adalah bentukan dari fungsi, tujuan, dan sistem media massa secara keseluruhan.(**)

Teknik Lay Out

SEBUAH suratkabar mempunyai ciri-ciri yang dapat dilihat dari format (broadsheet, tabloid, majalah dsb), cara paginations (pemakaian kolom), cara pemakaian topografi (huruf), warna, akhirnya akan membedakan segmen pasar suatu media cetak. Untuk mengengah ke atas atau menengah ke bawah. Lay out sendiri bertujuan untuk “sell the news grade the new set the tone dan guide the resders (menawarkan/menjual berita menentukan ranking berita, membimbing para pembaca akan hal-hal yang harus dibaca lebih dahulu. Untuk memiliki berita menentukan juga daya tarik setiap halaman bagaiman isi setiap halaman itu. Misalnya dari berita yang terpenting menurun pada berita kurang penting. Dari berita kejadian yang dekat (baik tempat maupun waktu) menurut ke jarak yang lebih jauh kemudian lay out juga bertujuan menyesuaikan dengan gerak maya para pembaca. Dari tipografi di samping perlu pengetahuan tentang warna dan jenis harus juga berjiwa seni. Sebab ukuran huruf untuk headline, panjang berita, besar dan warna foto atau tulisan sangat berpengarug terhadap mate pembaca. Posisi suatu berita dan pola yang digunakan semuanya untuk melayani pembaca, sehingga lay out itu disesuaikan dengan siapa pembacanya. Hal ini perlu ditekankan karena desain lay out dan tipografi merupakan ekspresi cermin kepribadian surat kabar itu. Dengan itu semua pembaca akan dapat memberikan penilaian jenis surat kabar apa yang demikian itu

(kalau lay out-nya seperti itu, itu Koran anu dan sebagainya) jenis lay out.

Beberapa jenis lay out yang dikenal diantaranya adalah sebagai berikut Pertama symitrical layout: disebut juga foundry/verticak lay-out, karena seperti jemur, letak berita-beritanya seimbang. Tentu saja kelihatan stasis dan kolot karena dari hard ke hard bentangnya tetap saja. Lay out seperti ini digunakan oleh the New york Time. Kedua Informal balance lay-out : banyak dipakai oleh banyak surat kabar karena mengarah kepada kesempurnaan suatu keseimbangan.Foto yang hitam akan lebih baik jika diletakan di kanan atas halaman dan akan kelihatan berat kalau diletakan dibagian bawah halaman. Ketiga quadrat lay out atau tata rias segi empat sangat baik untuk surat kabar yang akan dijual di pinggir jalan secra enceran karena Koran akan berlipat empat dan pada seperempat bagian yang tampak itu akan dipelirlihatkan berita-berita penting dan menarik. Keempat brace lay-out menonjolkan suatu berita besar lay out seperti ini sering menggunakan “Banner Headline,’judul panjang. Berita penting ditempatkan disebelah kanan surat kabar sehingga mengikat pandanagan pembaca ke sana kemudian judul lain disebelah kiri dan sebelah kanan lagi. Kelima circus lay out tata rias karnaval karena ramainya depan semua judul berita dipamerkan dihalaman pertama isinya dihalaman lain.

Read more »

Devinisi Desain Grafis

Mungkin sebagian besar dari kita tidak terlalu memperhatikan ini. Tapi Ada disebagian kita yang sebenarnya tak tahu apa itu Devinisi Desain Grafis. Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi. Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

Desain Grafis juga merupakan ilmu yang mempelajari tentang media untuk menyampaikan informasi, ide, konsep, ajakan dan sebagainya kepada khalayak dengan menggunakan bahasa visual. Baik itu berupa tulisan, foto, ilustrasi dan lain sebagainya. Desain grafis adalah solusi komunikasi yang menjembatani antara pemberi informasi dengan publik, baik secara perseorangan, kelompok, lembaga maupun masyarakat secara luas yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi visual.

Sebagaimana layaknya informasi yang disampaikan menggunakan bahasa lisan (suara) yang dapat disampaikan secara tegas, ceria, keras, lembut, penuh gurauan, formal, dan sebagainya dengan menggunakan gaya bahasa dan volume suara yang sesuai, Desain grafis juga dapat melakukan hal serupa. Kita dapat merasakan sendiri setelah membaca sebuah berita (tulisan), melihat foto atau ilustrasi, melihat permainan warna dan bentuk dari sebuah karya design yang berbentuk publikasi cetak, nuansa yang ditimbulkannya. Apakah informasi itu tegas, formal, bergurau, lembut, anggun, elegan dan sebagainya.

Kenapa kita dapat merasakan hal itu? Kenapa obyek publikasi itu bisa menimbulkan kesan dan pesan sesuai dengan yang ingin disampaikan hingga dimengerti oleh kita sebagai pembaca? Jawabannya adalah karena adanya unsur-unsur design dan prinsip-prinsip design yang ada dalam sebuah karya design tersebut, baik disadari maupun tidak disadari oleh pembuatnya.(isdiyanto, www.desainmultimedia.com)

Acuan Awal Desain Surat Kabar

Hal awal yang sebaiknya dipersiapkan untuk mendesain sebuah surat kabar adalah: Harus Paham Teknologi (menguasai beberapa software aplikasi layout), Know What Editor Want, Consider Goal of Newspaper, dan juga Best for Reader.

Aturan mendasar yang biasa dipakai sebagai acuan me-layout sebuah media (surat kabar).
1. Sederhana, membawa mata nyaman untuk membaca.
2. Ada sesuatu yang ditonjolkan. (Buat satu dominasi, buat pembaca untuk fokus pada satu hal). Tidak meletakkan banyak foto dan gambar. Walaupun bagus, namun jika diletakkan dengan tidak proporsional, pembaca akan jenuh untuk melihatnya. Ataupun juga tidak mendominasi halaman dengan tulisan.
3. Buat semacam Hierarki. (Mengenai ukuran, aturan Headline, foto, posisi halaman, dll). Atraktif, simple. Hal ini ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan bersama.
4. Keseimbangan. Jangan membuat layout bagian atas lebih ‘berat’ dibandingkan layout bagian bawah.
5. Pengaturan lebar dan panjang kolom. Tidak terlalu lebar, dan juga tidak terlalu sempit. Tidak panjang dan tidak juga pendek. Idealnya, lebar kolom minimal 7 point, dan maksimal 18 point. Ukuran ini didapatkan berdasarkan hasil riset pada tahun 1980-an. Baik dari segi kenyamanan mata, maupun penyesuaian persaingan bisnis dengan media elektronik yang kala itu makin berkembang.
6. Penggunaan warna, lebih baik untuk kenyamanan pembaca. Terutama untuk rubrik yang berisikan informasi utama.
7. Penentuan spasi yang tepat. Tidak terlalu jarang, tidak juga terlalu dekat.
8. Penggunaan garis. Setiap garis mempunyai filosofinya sendiri. Bukan asal garis.
9. Pengelolaan Allignment. Ketika satu judul rata tengah, maka semua judul pada satu halaman sebaiknya rata tengah.
10. Sering gunakan Pullout/Teaser. Ini baik untuk jeda pada berita.
11. FIREWALL. Don’t you dare to forget it. Pemisah antara iklan dan berita.
12. Foto yang baik, adalah foto yang memuat informasi. Sebaiknya jangan meletakkan informasi di atas foto yang penting. Buat pembaca untuk melihat fotonya terlebih dahulu.

Dalam surat kabar, pemberitaan dikelola oleh bagian redaksi. Dan layouter di Teknokra, masuk dalam Bidang Redaksi. Editor yang menentukan berita, dan Layouter yang menentukan Desain. Ada pembagian kerja yang jelas. Tidak tumpang tindih. Tidak apa-apa saling memberi masukan. Tapi jangan sampai mendominasi, sehingga bisa jadi seorang Layouter kehilangan mood-nya karena terlalu banyak diberi masukan oleh Editor. Biarkan saja Layouter bebas berkreasi, setelahnya baru bisa memberi kritik yang baik.

Layoutan akan mencerminkan sang Layouter-nya. Karena acuan baik dan buruk tiap kepala akan berbeda. Untuk itulah diperlukan kerjasama tim yang baik, dimana saling berdiskusi untuk menyatukan isi kepala. Jika diperlukan, maka lakukan riset. Karena riset dilakukan untuk menemukan apa yang terbaik.

Graphic and Maps
Untuk membuat suatu grafik, desainer harus memiliki Insting Jurnalis. Dan tentu saja, karena berhubungan dengan data, harus ilmiah dan matematis. Grafik, dalam media merupakan hal penting. Karena dapat memudahkan pembaca untuk membaca data, dan membuat sesuatu yang rumit, berubah menjadi menarik.
Sebagai langkah awal, yang harus dilakukan adalah berkolaborasi dengan editor, jurnalis, tim artistik, dan semua pihak yang berkaitan dengan grafik yang akan dibuat. Langkah selanjutnya adalah, bagi desainer yang senang menggunakan warna, warna baik untuk pemisah item yang satu dengan yang lain. Desainer harus dapat melihat proses dan tahu apa yang editor ingin sampaikan. Kemudian elemen-elemen pada setiap cerita. Desainer harus mampu berpikir secara visual. Dan yang teroenting adalah judul grafik dan caption. Hindari judul yang sama dengan Judul Berita.

Kriteria Grafik yang Baik
Grafik
merupakan elemen lain yang membuat pembaca tertarik. Pembaca akan mengerti isi pesan hanya lewat grafik, walaupun pembaca belum menyelesaikan cerita. Beberapa kriteria grafik yang baik adalah: ide yang kompleks, bisa secara sederhana dikomunikasikan lewat grafik. Jelas dan efisien. Berisikan informasi dan substansi.

Maps (peta)
Usahakan
untuk tidak meng-copy paste begitu saja. Karena tindakan itu bisa dikatakan plagiat. Kecuali kita mencantumkan sumber di dapat. Itupun kalau benar-benar terpaksa. Media besar biasanya terpercaya dalam hal keakuratan berita. Begitu juga dengan peta. Biasanya mereka menerapkan sistem skala dalam pembuatannya.

The Three Second Rule: “Bila selama tiga detik setelah selesai membaca grafik, pembaca tidak lupa, maka grafiknya berhasil. Bila selama tiga setik setelah membaca grafik, pembaca tidak dapat menangkap informasi apa-apa, maka grafiknya dikatakan gagal.”

(Zetya Hardez,zetyahardez.blogspot.com)

Lebih Dekat dengan Pembaca

SETIAP surat kabar pasti selalu ingin keberadaannya melekat di hati khalayak pembacanya. Untuk itu setiap surat kabar senantiasa berusaha memberikan dan menghadirkan sajian rubriknya yang memang dibutuhkan oleh pembacanya. Supaya hubungan antara surat kabar dan pembacanya tidak hanya berjalan satu arah, biasanya surat kabar menyediakan rubrik khusus untuk pembacanya yakni rubrik Surat Pembaca.

Dalam rubrik Surat Pembaca, biasanya ditampilkan setiap surat yang masuk ke dewan redaksi surat kabar yang bersangkutan. Isi surat pembaca dapat bermacam-macam, mulai dari keluhan-keluhan, tanggapan, opini, kritikan atau apapun yang menjadi unek-unek dari pembaca surat kabar yang ingin disampaikan supaya diketahui oleh khalayak luas.

Rubrik Surat Pembaca juga bisa dimanfaatkan oleh pembaca untuk menyampaikan tanggapan terhadap berita dari surat kabar yang bersangkutan apabila tidak sesuai dengan apa yang sesungguhnya. Sehingga dalam hal ini bisa terhadi komunikasi dua arah antara pembaca dan dewan redaksi surat kabar. Sebaliknya bagi surat kabar itu sendiri dengan adanya Rubrik Surat Pembaca bisa dijadikan sebagai sarana untuk menjaga kesetiaan pembacanya dan supaya lebih dekat lagi dengan pembacanya.

Space (ruang) yang disediakan oleh surat kabar untuk Rubrik Surat Pembaca, sedikit dapat dijadikan sebagai patokan apakah surat kabar yang bersangkutan memang benar-benar ingin mendengar suara pembacanya ataukah tidak. (isdiyanto,simpanglima.wordpress.com)

Awal Punahnya Media Cetak (Koran)

PERKEMBANGAN Teknologi informasi lambat laun diprediksi akan mematikan teknologi lama. Setelah kantor pos kini bagaikan kenangan masa lalu setelah ada fasilitas email dan chatting, surat kabar (koran) akan menjadi korban berikutnya seiring dengan perkembangan media online, di samping beragam situs jejaring sosial, Facebook, MySpace, Twitter, hingga blog.

Sebuah surat kabar Rocky Mountain News di Denver, AS, resmi “tutup usia”. Jumat (27/2), surat kabar yang berbasis di Kota Denver itu menerbitkan edisi terakhir. Harian yang telah berusia 150 tahun itu menjadi korban baru krisis media cetak di Amerika.

Gubernur Colorado, Bill Ritter, yang sedang menghadiri konvensi Asosiasi Pers Colorado saat pengumuman tentang penutupan koran tersebut, juga mengaku berduka. “Bagi saya, penutupan ini sangat sangat menyedihkan,” kata Ritter.

Dia masih berharap agar koran itu bertahan dan publik tidak menggantungkan diri pada blogger dan internet dalam mendapatkan informasi.

Harian The Denver Post, yang berkompetisi dengan sengit selama berpuluh tahun, mengucapkan selamat atas pencapaian Rocky dan mengatakan akan menyewa beberapa staf Roxy.

“Selama 150 tahun, Rocky sangat fokus dengan berita-berita di Denver,” kata pemimpin Denver Post, William Dean Singleton. “Rocky akan diingat selamanya sebagai pemeran penting dalam sejarah dan kesuksesan kota,” lanjut Singleton.

Penutupan Rocky mengundang berbagai reaksi dari para pembaca. Beberapa dari mereka kecewa dengan penutupan tersebut, sedangkan warga lain mengatakan tak ada masalah karena sekarang sudah ada teknologi yang memungkinkan mendapatkan berita secara online. (dirangkum dari: vivanews)

10 Tips Membuat Lebih Baik Desain & Layout Surat Kabar

SETIAP hari buatlah sebuah kejutan. Itu salah satu tips dari John
Bodette, managing editor, St. Cloud (MN) Times. Apalagi? Ada sembilan tips
lainnya yang sangat membantu. Tujuannya cuma satu, bagaimana membuat
pembaca nyaman membaca dan lekas menangkap informasi yang ingin
disampaikan dalam berita.
1. HIRARKI. Pembaca melihat - bukan membaca - sekilas apa berita yang
paling penting pada sebuah halaman. Jadi tetapkan dengan jelas apa yang
menjadi jangkar (berita utama) di tiap halaman. Lalu aturlah sedemikian
rupa sehingga memang berita itulah yang disimak pertama kali oleh
pembaca, kemudian berita-berita lainya..
2. CIPTAKAN titik Pusat Pengaruh Visual (Central Visual Impact/CVI).
Lebih dari 80 persen pembaca meneluri halaman dengan mengikuti
gambar-gambar dominan. Hal yang harus paling mencolok mata adalah berita utama.
Ini berlaku untuk setiap halaman - tidak hanya halaman satu.
3. TERTATA. Kebanyakan pembaca adalah orang yang sibuk. Karena itu
informasi dalam sebuah halaman harus tertata rapi untuk menghindari
kebingungan.
4. KONTRAS. Halaman yang berhasil selalu memiliki elemen vertikal dan
horisontal. Juga memilik elemen yang dominan dan elemen sekunder. Juga
selalu tersusun ada sebuah berita utama (lead), berita penting tapi
bukan berita utama (dominant headline) dan beberapa berita head sekunder.
5. WARNA. Warna harus digunakan untuk menginformsikan sesuatu, bukan
sekedar hiasan, atau kosmetik halaman. Penggunaan warna yang paling tepat
dan paling baik adalah pada foto dan grafik. Warna juga harus
mempermudah pembaca. Penata wajah harus berdasar pada logika ketika menggunakan
warna. Ingat untuk urusan warna, kita benar-benar harus membatasi
nafsu.
6. TIPOGRAFI. Semakin banyak jenis huruf yang digunakan, membuat
pembaca semakin terpecah konsentrasi membacanya. Harus dicari kecocokan
antara apa isi berita dan apa jenis huruf yang harus digunakan.
7. BERI KEJUTAN. Setiap hari - ingat setiap hari - kita harus memberi
kejutan kepada pembaca. Mungkin kejutan itu datang lewat foto, pilihan
berita utama, desain halaman, atau grafik. Pastikan bahwa pembaca -
setelah membaca - merekomendasikan kepada orang lain untuk membacanya.
Desain harus dapat menambah “daya kejut”. Rahasianya: istimewakanlah salah
satu dari unsur yang hendak kita bikin sebagai kejutan tadi.
8. LABRAK ATURAN. Peraturan dibuat untuk dilabrak? Betul, tapi harus
ada alasan yang benar! Kalau aturan yang kita buat terus-menerus kita
abaikan, konsistensi terpental keluar jendela. Hasil desain kita jadinya
seperti retuntuhan bangunan. Ini salah. Soalnya tak ada lagi “penanda”
yang menjadi pegangan pembaca. Tapi jangan juga terlalu patuh pada
aturan karena itu pasti akan membuat pembaca bosan.
9. KONSISTEN. Letakkan semua unsur halaman di tempat yang sama setiap
hari. Jika di halaman ada rubrik, ada kolom, ada tabel atau grafis dan
boks, letakkan pada tempat yang sama setiap hari, sampai ada perubahan
desain yang diputuskan kemudian. Dengan begitu, maka pembaca yang sibuk
tidak makan waktu banyak untuk mencari informasi itu sebelum
membacanya.
10. NYAMAN DILIHAT. Desain yang simpel, tapi dinamis dan nyaman dilihat
adalah tujuan utama dari desain halaman. Ingat isi dari surat kabar
lebih penting dari desainnya. Ingat juga bahwa desain itu hanya pengantar
yang membawa tugasnya memikat pembaca lalu membawa pembaca ke isi
berita.
(dikutip dari: www.desain.blogdrive.com)